Friday, March 2, 2007

Teamwork


Dalam dunia usaha, penggunaan teamwork seringkali merupakan solusi terbaik untuk mencapai suatu kesuksesan. Teamwork yang solid akan memudahkan manajemen dalam mendelegasikan tugas-tugas organisasi. Namun demikian untuk membentuk sebuah team yang solid dibutuhkan komitment tinggi dari manajemen. Hal terpenting adalah bahwa teamwork harus dilihat sebagai suatu sumber daya yang harus dikembangkan dan dibina sama seperti sumber daya lain yang ada dalam perusahaan. Proses pembentukan, pemeliharaan dan pembinaan teamwork harus dilakukan atas dasar kesadaran penuh dari team tersebut sehingga segala sesuatu berjalan secara normal sebagai suatu aktivitas sebuah teamwork, meskipun pada kondisi tertentu manajemen dapat melakukan intervensi.

Definisi Teamwork?
Secara umum teamwork dapat didefinisikan sebagai kumpulan individu yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Kumpulan individu-individu tersebut memiliki aturan dan mekanisme kerja yang jelas serta saling tergantung antara satu dengan yang lain. Oleh karena itu sekumpulan orang yang bekerja dalam satu ruangan, bahkan didalam satu proyek, belum tentu merupakan sebuah teamwork. Terlebih lagi jika kelompok tersebut dikelola secara otoriter, timbul faksi-faksi di dalamnya, dan minimnya interaksi antar anggota kelompok.
Ketika seseorang bekerja didalam kelompok (team), akan ada dua isu yang muncul. Pertama adalah adanya tugas-tugas (task) dan masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. Hal ini seringkali merupakan topik utama yang menjadi perhatian team. Kedua adalah proses yang terjadi di dalam teamwork itu sendiri, misalnya bagaimana mekanisme kerja atau aturan main sebuah team sebagai suatu unit kerja dari perusahaan, proses interaksi di dalam team, dan lain-lain. Dengan kata lain proses menunjuk pada semangat kerjasama, koordinasi, prosedur yang harus dilakukan dan disepakati seluruh anggota, dan hal-hal lain yang berguna untuk menjaga keharmonisan hubungan antar individu dalam kelompok itu. Tanpa memperhatikan proses maka sebuah teamwork tidak akan memiliki nilai apa-apa bagi perusahaan dan hanya akan menjadi sumber masalah bagi perusahaan dalam pembentukan sebuah teamwork. Sebaliknya jika proses tersebut ada dalam sekumpulan orang yang bekerjasama, maka performance mereka akan meningkat karena akan mendapat dukungan secara teknis maupun moral.

Mengapa Teamwork Diperlukan?
Teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta dan dapat memberikan solusi inovatif suatu pendekatan yang mapan. selain itu ketrampilan dan pengetahuan yang beranekaragam yang dimiliki oleh anggota kelompok juga merupakan nilai tambah yang membuat teamwork lebih menguntungkan jika dibandingkan seorang individu yang brilian sekalipun.
Sebuah team dapat dilihat sebagai suatu unit yang mengatur dirinya sendiri. Rentangan ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki anggota dan self monitoring" yang ditunjukkan oleh masing-masing team memungkinkannya untuk diberikan suatu tugas dan tanggungjawab. Bahkan ketika suatu masalah tersebut dapat diputuskan oleh satu orang saja, melibatkan teamwork akan memberikan beberapa keuntungan. Keuntungan tersebut adalah: pertama keputusan yang dibuat secara bersama-sama akan meningkatkan motivasi team dalam pelaksanaanya. Kedua, keputusan bersama akan lebih mudah dipahami oleh team dibandingkan jika hanya mengandalkan keputusan dari satu orang saja.
Bila dilihat dari perspektif individu, dengan masuknya ia kedalam suatu kelompok (team) maka hal tersebut akan menambah semangat juang/motivasi untuk mencapai suatu prestasi yang mungkin tidak akan pernah dapat dicapai seorang diri oleh individu tersebut. Hal ini dapat terjadi karena team mendorong setiap anggotanya untuk memiliki wewenang dan tanggungjawab sehingga meningkatkan harga diri setiap orang.

Siklus Hidup Sebuah Teamwork
Secara umum perkembangan suatu team dapat dibagi dalam 4 tahap:
· Forming, adalah tahapan dimana para anggota setuju untuk bergabung dalam suatu team. Karena kelompok baru dibentuk maka setiap orang membawa nilai-nilai, pendapat dan cara kerja sendiri-sendiri. Konflik sangat jarang terjadi, setiap orang masih sungkan, malu-malu, bahkan seringkali ada anggota yang merasa gugup. Kelompok cenderung belum dapat memilih pemimpin (kecuali team yang sudah dipilih ketua kelompoknya terlebih dahulu).
· Storming, adalah tahapan dimana kekacauan mulai timbul di dalam team. Pemimpin yang telah dipilih seringkali dipertanyakan kemampuannya dan anggota kelompok tidak ragu-ragu untuk mengganti pemimpin yang dinilai tidak mampu. Faksi-faksi mulai terbentuk, terjadi pertentangan karena masalah-masalah pribadi, semua ngotot dengan pendapat masing-masing. Komunikasi yang terjadi sangat sedikit karena masing-masing orang tidak mau lagi menjadi pendengar dan sebagian lagi tidak mau berbicara secara terbuka.



· Norming, adalah tahapan dimana individu-individu dan sub-group yang ada dalam team mulai merasakan keuntungan bekerja bersama dan berjuang untuk menghindari team tersebut dari kehancuran (bubar). Karena semangat kerjasama sudah mulai timbul, setiap anggota mulai merasa bebas untuk mengungkapkan perasaan dan pendapatnya kepada seluruh anggota team. Selain itu semua orang mulai mau menjadi pendengar yang baik. Mekanisme kerja dan aturan-aturan main ditetapkan dan ditaati seluruh anggota.
· Performing. Tahapan ini merupakan titik kulminasi dimana team sudah berhasil membangun system yang memungkinkannya untuk dapat bekerja secara produktif dan efisien. Pada tahap ini keberhasilan team akan terlihat dari prestasi yang ditunjukkan.
Ketrampilan yang Diperlukan
Ada dua ketrampilan utama yang seharusnya dimiliki oleh anggota sebuah teamwork, yaitu:
· Ketrampilan managerial (Managerial Skills), termasuk kemampuan dalam membuat rencana kerja, menentukan tujuan, memantau kinerja, memonitor perkembangan dan memastikan pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain-lain.
· Ketrampilan interpersonal (Interpersonal Skills), termasuk kemampuan berkomunikasi, saling menghargai pendapat orang lain dan kemampuan menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain.


Dengan menjadi anggota suatu organisasi atau perusahaan maka secara tidak langsung Anda sudah menempatkan diri menjadi anggota sebuah teamwork. Nah, sudahkah Anda mempersiapkan diri dengan memiliki ketrampilan-ketrampilan seperti yang disebutkan diatas?

Thursday, March 1, 2007

12 Kualitas Utama Menjadi Seorang Manager Yang Sukses (I)


Menjadi seorang Manager yang sukses merupakan dambaan semua orang yang menempuh jalur karir dalam sebuah perusahaan. Karena itu banyak sekali buku-buku, training, maupun seminar yang membahas dan mengajarkan tentang bagaimana menjadi seorang Manager yang sukses. Dan mereka dengan sangat antusias membaca, dan mengikuti training-training, seminar yang memerlukan investasi yang tidak sedikit.


Tetapi dalam kenyataannya untuk menjadi seorang Manager yang sukses tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tidak semudah dan semenarik seperti apa yang telah disampaikan dalam buku-buku ataupun oleh pembicara dalam seminar.


Setelah membaca sekian banyak buku dan mengikuti berbagai seminar tentang menjadi seorang Manager yang sukses, saya jatuh pada sebuah buku yang telah menjadi pedoman bagi hampir semua perusahaan di dunia dalam hal pengembangan sumber daya manusia dan pembentukan sistem manajemen profesional yaitu 'Effective Sales Management' oleh John Strafford & Colin Grant.


Dalam buku tersebut, sebelum seseorang dapat dipromosikan menjadi seorang Manager, sangat penting buat kita untuk memperhatikan kualitas-kualitas utama seperti apa yang harus dan mutlak dimiliki untuk menjadi seorang manager yang sukses. Dan diambil satu kesimpulan bahwa terdapat 12 Kualitas Utama yaitu :




  1. Kemauan untuk menjadi seorang Manager.


  2. Memiliki kemampuan memimpin dan memotivasi orang lain.


  3. Terorganisir dan mampu membuat perencanaan dengan baik.


  4. Memiliki kemampuan dalam pengawasan/control serta tugas-tugas administrasi.


  5. Memahami masalah keuangan dengan baik (pengeluaran,pemasukan, efisiensi dan efektifitas)


  6. Memiliki keahlian dalam bidang rekrut, training, motivasi dan pengembangan orang - orang dalam team.


  7. Menguasai dan mengikuti perkembangan teknologi.


  8. Memiliki stamina diatas rata-rata (mampu bekerja lebih lama dan lebih keras dibanding sebelum menjadi manajer).


  9. Memiliki kondisi kesehatan prima.


  10. Memiliki tingkat antusiasme dan integritas tinggi.


  11. Menyadari adanya resiko jabatan (kuantitas waktu untuk keluarga lebih sedikit).


  12. Komitmen tinggi untuk menjadi Manager yang sukses

Jadi, apabila Anda adalah calon Manager atau Anda seorang Manager, saya pikir alangkah bijaksana apabila Anda mulai melakukan evaluasi terhadap diri Anda. Bagi para calon Manager dan Manager, pertanyaannya adalah:




  • Apakah saya telah memiliki ke 12 Kualitas Utama tersebut diatas sehingga saya layak untuk dipromosikan dan menjabat sebagai seorang Manager? Kalau jawaban Anda belum, lanjutkan dengan pertanyaan berikut:


  • Kualitas apa sajakah yang telah dan belum saya miliki untuk menjadi seorang Manager yang sukses, dan apa yang akan saya lakukan/action plan saya?


  • Kapan saya akan mulai action plan tersebut untuk memiliki ke 12 Kualitas Utama seorang Manager yang sukses?

12 Kualitas Utama seorang Manager yang sukses merupakan langkah awal dan sangat menentukan bagi keberhasilan Anda dan perusahaan dimana Anda berkarir.


Semoga Bermanfaat.... Salam Sukses!


EdySantoso


(Trainer & Motivator tgfnusantara)



Saling Menghargai 2 (Metafora)


Ini adalah sebuah cerita tentang sepasang suami istri yang selalu bertengkar. Selama masa pernikahan, selalu saja terjadi hal-hal yang tidak mereka sepakati. Bahkan mereka cenderung mengasah ketrampilan bertengkarnya, meskipun untuk urusan yang kecil dan remeh. Pertengkaran dan adu mulut adalah solusinya.
Mereka hidup seperti dua orang bocah. Apa saja bisa menimbulkan argumentasi dan saling menyalahkan. Saling mengintip apakah temannya memiliki coklat lebih banyak atau apakah kotak susu temannya lebih penuh isinya. “Punyamu lebih banyak daripada aku.” “Mainanmu lebih baik ketimbang punyaku.” “Yang terakhir kulihat permenmu lebih besar. Bagi dong!”
Suatu sore, sepulang dari kantornya, sang suami melewati toko buah dan melihat buah mangga yang ranum dan menarik. Karena cuma tersisa tiga buah, dibelinya semua. Setibanya dirumah, ia memberikan satu mangga pada istrinya dan menyimpan dua lainnya. Melihat hal ini, istrinya mulai naik darah. “Kenapa aku cuma dapat satu, sementara kamu dapat dua? Seharian aku menjadi pembantumu. Mestinya aku yang punya hak untuk mendapatkan tambahan mangga. Lagi pula aku curiga, jangan-jangan kamu sudah makan beberapa buah dalam perjalanan tadi.”
Sang suami tidak kalah emosinya. “Apa cuma kamu saja yang kerja keras? Aku juga sama,” semprotnya. “Malah mungkin lebih keras daripada kamu. Aku bertanggung jawab pada pelangganku, bosku dan perusahaanku. Aku tidak bisa berleha-leha dan pura-pura bekerja keras seperti kamu. Aku tidak mungkin santai-santai sambil nonton sinetron atau ngegosip dengan tetangga. Lagi pula, akulah yang membeli mangga itu. Aku punya hak mendapatkan ketiga-tiganya. Sudah untung kamu kubagi satu.”
Seperti biasanya, pertengkaran berlanjut. Adu keras suara, saling pelotot dan saling menyalahkan. Tak ada yang mau kompromi. Mungkin, bagi orang lain beberapa buah mangga tidak cukup berharga untuk ditukar dengan kesemrawutan rumah tangga dan pelampiasan emosi. Namun bagi keduanya konflik seperti itu ibarat persoalan hidup dan mati.
Sebenarnya, mereka bisa memberikan mangga yang ketiga kepada yang lain, tapi tak satupun dari mereka yang mau berkorban. Atau bisa saja mereka membagi adil mangga yang ketiga tadi sehingga dua-duanya mendapat satu setengah mangga, namun keserakahan telah membutakan hati mereka. Keduanya merasa berhak mendapatkan buah mangga ketiga tadi dan untuk itu mereka mau melakukan apa saja. Adil saja rasanya belum cukup buat mereka.
Karena sudah tidak tahan lagi terhadap perlawanan istrinya, akhirnya si suami mengajak bertaruh. “Mari kita bertaruh. Siapa diantara kita yang bisa bertahan untuk diam lebih lama, dialah yang akan mendapatkan dua buah mangga.”
Si istri setuju dan pergi ke kamar tidur, sementara suaminya tidur di sofa. Dua-duanya ingin menang sehingga mempertahankan sikap diam mereka. Satu hari lewat. Dua hari lewat. Keduanya masih membisu. Sampai beberapa hari tak satupun dari mereka yang berbicara, bahkan makan dan minum pun tidak.
Lewat sepekan tetangga mulai bertanya-tanya dan curiga, karena tidak mendengar suara samasekali dari rumah suami istri tersebut. Beberapa dari mereka akhirnya masuk dan menemukan suami istri itu tidur terlentang dengan wajah pucat pasi. Mengira keduanya sudah mati, para tetangga mulai mengatur penguburannya.
Keduanya dibaringkan dalam petimati bersebelahan. Ketika petugas kematian mulai memaku petimati si suami, ia berteriak minta tolong. “Hei, goblok, apa kamu tidak melihat kalau aku masih bernapas?” Si istri kontan melompat dari petimatinya yang memang belum ditutup. “Hore!” Ia berteriak kesenangan. “Akhirnya aku yang menang. Akulah yang berhak mendapatkan buah mangga satu lagi.”
Si istri dan suaminya berlari secepat-cepatnya menuju rumah dan saling berlomba mengalahkan untuk mendapatkan buah mangga yang jadi masalah itu.
Sesampainya di rumah, mereka menemukan buah mangga ketiga sudah tinggal bijinya karena dimakan tikus. Yang paling menyedihkan, kedua mangga milik mereka kini sudah busuk dua-duanya dan tidak dapat dimakan lagi!

Edy Santoso K.S, CNLP

Edy Santoso K.S, CNLP
Founder &CEO

BREAK YOUR LIMIT!

Hancurkan Segala Hal Yang MEMBATASI Diri Anda MERAIH KESUKESAN! Hadir & DAPATKAN teknik serta tips untuk menghancurkan Mental Blok Anda secara efektif dalam seminar sehari "BREAK YOUR LIMIT!"

Outline Seminar :
- About Neuro Linguistic Programming (NLP)
- All About Your Brain
- The Law & Language of Subsconcious Mind
- Subsconcious Reprograming (Powerful SELF-TALK)
- Anchoring Yourself To Success
- Reach Your Goal with S.M.A.R.T.
- Visualize Yourself To SUCCESS!

Our Programs

Workshop

Merupakan program Classroom Training, yaitu pelatihan yang diselenggarakan didalam ruang kelas dengan metode Experiental Learning dimana 30% Teori dan 70% Praktek dan peserta terbatas (maksimal 30 orang).

Workshop

Seminar

Merupakan program khusus yang diselenggarakan dengan metode Attractive Communication dan Edutainment dimana peserta dalam jumlah besar (minimal 50 orang s.d. tidak terbatas).

Seminar

Seminar

Super Outbound Training

Merupakan program training yang diselenggarakan di luar ruangan dengan konsep Experiental Game Learning yang dipadu dengan Classroom Training akan meningkatkan produktifitas Anda maupun perusahaan Anda.

Super Outbound Training

Super Outbound Training

In-House Training

Merupakan program Training yang diselenggarakan berdasarkan undangan dari perusahaan/instansi, yayasan, organisasi maupun pribadi dengan materi yang telah disesuaikan (dibuat khusus) berdasarkan kebutuhan dari masing-masing perusahaan (TNA).


Sandy MacGregor

Richard Bach

Rhonda Byrne

ZIG ZIGLAR

Patrick Ellys

Seminar

Seminar
The Secret of Motivation

Workshop

Workshop
SELLING with HEART

Followers

Lokasi Workshop/Seminar

Lokasi Workshop/Seminar
Hotel Ambhara - Jakarta

Keep The SPIRIT

Keep The SPIRIT
with 'mahaguru' NLP Drs.RH. Wiwoho,Msc

Stephen R. Covey
Powered by Blogger.