Wednesday, March 19, 2008

Belajar Dari Sang Penyair (Kahlil Gibran)

Kenikmatan itu bernama Menulis,


Keindahan itu bernama Menulis,


Kepuasan itupun bernama Menulis,


Menulis....Menulis dan Menulis.


Kerinduan itu begitu menggoda dan sebuah perasaan yang sangat mengganjal dan mengganggu diri ini begitu kuat setiap detik dan detak jantungku.....kerinduan yang terasa seperti seorang pengembara yang terdampar di hamparan padang pasir yang begitu luas ditengah sengatan terik matahari dengan peluh bercucuran di sekujur tubuh yang merindukan sejuknya setetes air es pelepas dahaga dan rindangnya pepohonan yang menghijau...

Ya...kerinduan itu akhirnya terobati.....sebuah kerinduan untuk menuangkan segala ide, segala unek-unek, segala apa yang ada di pikiran...ya kerinduan menulis. Setelah hampir selama 3 bulan disibukkan oleh berbagai training baik in-house maupun public class akhirnya kerinduan menulis itu terbayarkan hari ini. Hampir setiap hari saya mencoba untuk menulis sebuah artikel dengan sebuah ide di kepala namun selalu kandas di perempat atau paruh jalan...begitu tiba-tiba virus menyambar otak dan blank. Setelah terus terusik seperti biasa sebelum masuk kamar mandi mata langsung hunting ke rak buku di kamar saya, buku apa yang akan menemani saya dan akhirnya tertuju pada sebuah buku tipis hasil tukar guling dengan seorang teman lama 7 tahun yang lalu karena menghilangkan buku yang saya pinjamkan. Sebuah buku yang saat awal saya buka dan coba membaca begitu sulit untuk mengerti dan memahami apa yang tersirat dalam kata-kata dan kalimat yang dituangkan oleh sang penulis.

Sebuah buku tipis dengan cover warna putih bergambar bocah telanjang berumur sekitar dua tahun sedang duduk diatas bibir sumur tua, nama penulisnya ditulis besar di bagian atas KAHLIL GIBRAN warna hitam dengan judul Renungan-renungan Spiritual warna merah ditulis dengan font jauh lebih kecil dibawahnya.

Setelah membuka halaman pertama dan mulai menyusuri halaman demi halaman yang berisi penggalan-penggalan syair cukup membuat saya mengernyitkan dahi dan menyampaikan di otak saya aha...aha...baru....eureka....Betapa syair yang sangat dalam penuh kebijakan, penuh makna. Ya, inilah yang memberikan saya inspirasi mengapa tidak saya tulis syair-syair ini dalam bentuk artikel dan kita bisa belajar bersama untuk mengupas makna yang disampaikan oleh sang penyair - Kahlil Gibran.

Selain saya tuangkan dalam artikel di website ini juga akan saya bagikan kepada semua rekan-rekan yang tergabung dalam beberapa komunitas milis berupa petikan-petikan syair beserta pelajaran yang bisa kita petik. Berikut adalah beberapa petikan syair-syair yang dahsyat karya Kahlil Gibran yang jika kita kupas lebih dalam bisa bermakna tentang pemahaman diri, motivasi, kegigihan, kecerdasan, kesuksesan, humble (rendah hati), santun, disiplin, ketaatan, kerjasama, keseimbangan hidup dan masih banyak lagi (saya persilakan Anda kupas menurut sudut pandang dan kecenderungan yang Anda masing-masing miliki) :


"Baru kemarin aku pikir diriku sebuah fragmen bergetar tanpa irama dalam ruang kehidupan.


Kini kutahu bahwa akulah ruang, dan semua kehidupan adalah fragmen-fragmen bernyanyi yang bergerak dalam diriku."
Mereka berkata padaku dalam bangun, "Kamu dan dunia dimana kamu hidup hanyalah sejumput pasir di pantai maha luas dari laut tanpa tepi."
Dan dalam mimpiku kukatakan pada mereka, "Akulah laut tanpa tepi itu, dan semua dunia hanyalah butir-butir pasir di pantaiku."


Pelajaran yang bisa saya petik dari syair diatas adalah bahwa Diri Kita sendirilah yang menentukan bagaimana kehidupan kita, bukan sebaliknya. We Are The Master of Our Own Destiny. Apa yang kita pikirkan, ucapkan, dan lakukan akan kembali kepada kita dan menjadikan siapa diri kita. What We think about We Bring About. Syair Kahlil Gibran diatas menggambarkan tentang Law of Attraction, Law of Vibration dari seorang yang hidup lebih dari satu setengah abad yang lalu (tepatnya 175 tahun dari kelahirannya 1833). Seperti yang di ulas dalam film dan buku The Secret karya Rhonda Byrne yang sangat fenomenal dan luar biasa. Bagaimana menurut Anda?


Biografi Sang Penyair.


Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta petir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak mempengaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.


Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan datang ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Beirut, di mana dia belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901.


Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan Ottoman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sekadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Lebanon sudah menjadi inspirasinya. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902. Tatkala itu usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, "Spirits Rebellious" ditulis di Boston dan diterbitkan di New York, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keras yang menyerang orang-orang korup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi, sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai-berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedi telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 tahun, Sultana, meninggal karena TBC.

Gibran segera kembali ke Boston. Kakaknya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran dan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Di tahun-tahun awal kehidupan mereka berdua, Marianna membiayai penerbitan karya-karya Gibran dengan biaya yang diperoleh dari hasil menjahit di Miss Teahan's Gowns. Berkat kerja keras adiknya itu, Gibran dapat meneruskan karier kesenimanan dan kesasteraannya yang masih awal.


Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia hidup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah yang berusia 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota New York. Di New York Gibran bekerja di apartemen studionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk tempat ia melukis dan menulis.

Sebelum tahun 1912 "Broken Wings" telah diterbitkan dalam Bahasa Arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya.

Pengaruh "Broken Wings" terasa sangat besar di dunia Arab karena di sini untuk pertama kalinya wanita-wanita Arab yang dinomorduakan mempunyai kesempatan untuk berbicara bahwa mereka adalah istri yang memiliki hak untuk memprotes struktur kekuasaan yang diatur dalam perkawinan. Cetakan pertama "Broken Wings" ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.

Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Syria yang tinggal di Amerika.

Ketika Gibran dewasa, pandangannya mengenai dunia Timur meredup. Pierre Loti, seorang novelis Perancis, yang sangat terpikat dengan dunia Timur pernah berkata pada Gibran, kalau hal ini sangat mengenaskan! Disadari atau tidak, Gibran memang telah belajar untuk mengagumi kehebatan Barat.

Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, "The Madman", "His Parables and Poems". Persahabatan yang erat antara Mary tergambar dalam "The Madman". Setelah "The Madman", buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah "Twenty Drawing", 1919; "The Forerunne", 1920; dan "Sang Nabi" pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Sebelum terbitnya "Sang Nabi", hubungan dekat antara Mary dan Gibran mulai tidak jelas. Mary dilamar Florance Minis, seorang pengusaha kaya dari Georgia. Ia menawarkan pada Mary sebuah kehidupan mewah dan mendesaknya agar melepaskan tanggung jawab pendidikannya. Walau hubungan Mary dan Gibran pada mulanya diwarnai dengan berbagai pertimbangan dan diskusi mengenai kemungkinan pernikahan mereka, namun pada dasarnya prinsip-prinsip Mary selama ini banyak yang berbeda dengan Gibran. Ketidaksabaran mereka dalam membina hubungan dekat dan penolakan mereka terhadap ikatan perkawinan dengan jelas telah merasuk ke dalam hubungan tersebut. Akhirnya Mary menerima Florance Minis.

Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca "Sang Nabi". Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah toko buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Young ikut aktif dalam kegiatan studio Gibran.

Gibran menyelesaikan "Sand and Foam" tahun 1926, dan "Jesus the Son of Man" pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya, "Lazarus" pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan "The Earth Gods" pada tahun 1931. Karyanya yang lain "The Wanderer", yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain "The Garden of the Propeth".

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama digerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent's Hospital di Greenwich Village.

Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.

Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, Lebanon.


Belajar dari Sang Penyair akan saya teruskan dengan petikan-petikan syair yang dahsyat lainnya melalui beberapa komunitas milis (semangat sukses, trainersclub, profec, inspirasi indonesia, ama-dki, manager-indonesia, mc-ers, tangandiatas, lingkar loa, super mind power) dengan judul yang sama sehingga lebih banyak lagi yang bisa kita pelajari dan berkembang bersama menjadi yang terbaik. Sampai Jumpa di milis!


Tetap SEMANGAT & SUKSES!



EdySantoso


Trainer & Motivator






Wednesday, January 30, 2008

Melepaskan MASA LALU


BELAJAR, HIDUP dan MELIHAT :


"BELAJAR dari Masa Lalu TANPA Hidup Di sana, HIDUP Di Masa SEKARANG dengan Menangkap setiap saat yang vital setiap hari, dan MELIHAT Masa Depan dengan Harapan, Optimisme dan Keyakinan bahwa segalanya akan menjadi lebih baik."



"Tahukah Anda bagaimana penduduk asli lembah Amazon menangkap kera? Ternyata penduduk asli Amazon menggunakan sebutir kelapa, sebutir kacang, dan seutas tali. Salah satu sisi kelapa dilubangi agak besar dan didalamnya diletakkan sebutir kacang. Disisi yang satunya lagi kelapa itu diikat dengan tali. Kera akan terus mengejar karena ingin kelapa yang bergerak dan juga ingin kacang yang ada di dalamnya. Karena menggenggam kacang, tangannya tak dapat lagi ditariknya keluar karena kepalan tangannya lebih besar dari lubang kelapa. Kera itu kemudian dengan panik berusaha menyingkirkan kelapa dari tangannya dengan cara memukul-mukulkannya dan membentur-benturkan kelapa itu ke kepalanya. Tapi tetap tidak berhasil. Apakah kera itu melepaskan genggamannya yang berisi kacang? Tidak!... Akhirnya kera itu tertangkap dan melepaskan atau menyerahkan hidupnya, bukan kacangnya." (lihat gambar dibawah)


Ada berapa banyak kacang yang kita pegang terus? Ada berapa banyak kacang yang tidak kita lepaskan? Ada berapa banyak hal yang tidak berguna lagi dalam hidup dewasa ini yang terus kita pertahankan?

Ya, itulah gambaran kehidupan orang-orang yang mengharapkan untuk meraih kesuksesan akan tetapi selalu gagal karena tidak mau atau tidak memiliki kemauan atau tidak tahu bagaimana caranya melepaskan masa lalu mereka (tentunya yang bersifat menghambat/disempowering).

Apa yang terjadi dalam hidup kita sekarang merupakan akumulasi dari kejadian-kejadian di masa lalu. Kesuksesan maupun kegagalan sekecil apapun akan tertanam kuat di dalam memory kita, terutama hal-hal yang bersifat dramatis (menjadi juara dlm perlombaan, wisuda, pernikahan, promosi jabatan, dan hal-hal yang bersifat positif lainnya) maupun yang bersifat traumatis (child abuse, pemerkosaan, kecelakaan, penculikan, dan hal-hal yang bersifat negatif lainnya).

Masa lalu yang bersifat negatif itu harus dilepaskan kalau kita ingin berhasil, mengapa? Karena masa lalu yang bersifat negatif tersebut akan menjadi beban yang sangat berat dalam hidup kita dan menjadi disempowering believe (keyakinan yang melemahkan) Anda. Sebagai contoh, bagaimana seseorang bisa menjadi kaya kalau ia memiliki believe system bahwa ia keturunan BALUNG KERE alias TULANG ORANG MISKIN dan seumur hidup ya balung kere. Lalu apa tandanya bahwa kita masih terbelenggu/terikat dengan masa lalu? Sandy MacGregor mengatakan apabila kita mengingat masa lalu (yang negatif) dan kita menjadi sedih hati, menangis dan perasaan jadi tidak enak (ngga mood) berarti kita masih terikat dengan masa lalu tersebut.

Ibarat monyet dalam cerita diatas, satu-satunya cara untuk menjalan hidup dimasa sekarang dan mendapatkan apa yang kita inginkan di masa depan adalah dengan melepaskan masa lalu (yang negatif/menghambat/disempowering). Sebelum menciptakan masa depan yang lebih baik, kita harus melepaskan rasa sakit pada masa lalu kita. Kegagalan di masa lalu bukan berarti selamanya akan mengalami kegagalan. Belajar dari sejarah kita, dan jangan biarkan masa lalu menjadi penghalang antara kita dan impian/cita-cita kita.

Kalau kita mau membaca dan mempelajari orang-orang yang sukses hampir tidak mungkin tidak pernah mengalami kegagalan atau peristiwa yang menyakitkan di masa lalu. Seorang Bob Sadino yang sekarang kita kenal sebagai seorang pengusaha sukses, ternyata dulu pernah berjualan telur dari pintu ke pintu keliling komplek berdua dengan istrinya dan pernah menjadi seorang sopir taksi untuk bertahan hidup. Mengapa Bob Sadino bisa sukses? Karena ia melihat masa lalu sebagai sebuah proses belajar dan bertumbuh. Ada lagi kisah dari Bpk. Andrie Wongso yang tidak tamat sekolah dasar bisa menjadi seorang pembicara sukses, motivator no. 1 di Indonesia dan seorang pengusaha. Mengapa? Karena ia tidak mau melihat dan menjadikan masa lalunya sebagai penghambat justru masa lalunya yang kurang beruntung ia pergunakan sebagai pemicu semangat untuk terus belajar dan belajar serta menjadi inspirasi dan penyemangat buat orang lain. Bpk. Andrie Wongso tidak maul dengan latar belakangnya yang tidak lulus sekolah dasar, bahkan ia bangga dan mematenkan masa lalunya itu dengan julukan "SDTTTBS" alias Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses. Luar Bisa bukan?

Di Australia ada seorang pembicara sukses bernama Sandy MacGregor dimana pada masa lalunya (bulan Januari 1987) mengalami peristiwa tragis. Tiga orang putrinya di tembak mati oleh anak muda yang menderita kelainan jiwa. Awalnya ia sedih, tetapi ia bisa memilih untuk terus melanjutkan kehidupan dan meraih masa depan lebih baik. Yang akhirnya dari peristiwa tragis itulah ia belajar banyak hal dan mengantarkan dirinya menjadi seorang pembicara sukses.

"Lepaskanlah masa lalu Anda (yang negatif/menghambat/disempowering)

terlebih dahulu maka Anda telah siap menjalani kehidupan

dan meraih impian Anda di masa depan."

Tetap SEMANGAT & SUKSES!

EdySantoso

Trainer&Motivator

Tuesday, January 29, 2008

NLP for Parenting (bagian 1)

BELAJAR NLP DARI BALITA

&

MENDIDIK BALITA DENGAN NLP

Sebelum belajar sebaiknya kita mengenal siapakah anak-anak balita yang lucu dan menggemaskan ini?

Tahukah Anda bahwa anak-anak yang berusia 0 - 5 tahun (balita) dapat mempelajari lebih banyak data dan fakta daripada orang yang belajar di perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjananya? Ini karena anak-anak menikmatinya dan sangat senang melakukannya. Karena tidak ada stres dan jangka waktu perhatiannya singkat sekali, mereka tidak punya kesempatan untuk merasa jenuh.

Dari usia 0 sampai 5 tahun anak-anak begitu banyak belajar, padahal mereka datang ke dunia ini tanpa sesuatu tersimpan di otaknya, bahkan teriakan "Bu, aku lapar!" pun tak ada. Tetapi mereka belajar menyampaikannya pada ibunya cepat sekali. Sebenarnya pada saat ini sangat banyak sekali penelitian dan makalah untuk membuktikan bahwa seorang jenius itu tidak dilahirkan tetapi dilatih saat dirinya masih ada dalam kandungan.

Hal ini dikarenakan anak-anak yang berumur nol samapi lima tahun hidup dalam keadaan Alpha yaitu keadaan otak pada putaran tujuh sampai tiga belas per detik. Keadaan ini adalah keadaan rileks dan menyenangkan. Itulah sebabnya mereka belajar begitu banyak hal dan melakukan semua itu dalam waktu yang sangat singkat, mereka menyerap semua informasinya seperti karet busa, langsung menembus pikiran bawah sadar.


Sekarang marilah kita belajar dari mereka....

Suatu ketika saat saya pulang kerja dengan kondisi pikiran dan badan yang lelah, saya melihat anak pertama saya (Chantiqa waktu itu baru berusia 1,5 tahun sekarang 5 tahun) sedang ngambek, ia membuang semua boneka dan melempar mainan ke segala arah. Melihat perilaku Chantiqa, sayapun menghampirinya mencoba untuk membujuk dan merayunya agar diam tetapi tetap saja bahkan semakin kencang suara tangisnya.

Dengan kondisi badan yang lelah akhirnya saya berniat untuk memarahinya....akan tetapi alangkah terkejutnya saya....tiba-tiba saja Chantiqa berlari dan memeluk erat tubuh saya dengan tangan mungilnya serta mencium pipi saya kuat-kuat .....mmmmmaaaah......kemudian tersenyum dengan wajah polos dan mungilnya serta mata yang bersinar menatap wajah saya. Dan....seketika itu pula emosi, amarah, kesel dan semua kelelahan saya lenyap....sirna....tanpa bekas....berganti dengan senyum, perasaan haru dan gemes....hiiiiiiiiiiih. Dan kejadian yang sama berikutnya ia akan melakukan hal yang sama dan hasilnya luluh lantaklah emosi saya maupun istri.

Setelah belajar NLP tiga tahun yang lalu saya baru mengerti bahwa apa yang dilakukan oleh Chantiqa adalah Break the Pattern (Merusak/ Merubah Pola). Dulu saya hanya berpikir bahwa ia memiliki kelebihan dalam mengambil hati orang tuanya sehingga kami pun tak kuasa untuk marah dan menolak keinginan dia. Teknik Break The Pattern ini sangat ampuh untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa coba, misalnya pada saat pasangan Anda marah, biasanya kitapun terbawa emosi dan ikut marah....kalau sudah begitu makin runyamlah hubungan kita....CIUMLAH DENGAN MESRA SEKETIKA PADA SAAT PASANGAN ANDA MARAH.... ya CIUMLAH....dijamin dia akan bingung dan mungkin akan berakhir dengan canda dan kemesraan berlanjut.... (catatan; asal konteks marahnya bukan sesuatu yang fatal).....sssst...saya selalu praktekkan pada istri dan tebak sendiri hasilnya....hehehe

Teknik Break the Pattern ini pun bisa kita pergunakan kembali kepada anak kita (senjata makan tuan.....hehehe). Saat anak Balita Anda marah, ngambek, uring-uringan atau bahkan ngamuk...jangan coba untuk membujuk atau merayu karena seperti yang sudah kita ketahui hasilnya akan lebih parah. Anda bisa coba cium dia atau alihkan atau rubah situasinya... mungkin Anda bisa berpura-pura berperilaku seperti badut atau seperti monyet (pengalaman pribadi...hehehe) atau mimik lucu lainnya atau suara lucu juga boleh, dijamin pasti tokcer...boleh dicoba...GRATIS!

Nah, yang satu ini pengalaman lain lagi dengan anak kedua saya Sesa (tanggal 17 Desember kemarin ultah yang ke-3). Sesa ini anak yang memiliki kecenderungan dominan perfeksionis, suka berontak dan pemberani. Menjelang ulang tahunnya yang ke-3 ia begitu perhatian dan menunjukkan satu sikap wow kepada saya. Hampir setiap malam saat saya pulang kerja, ia dengan serta merta dan suaranya yang khas menyambut kemudian menanyakan apakah saya haus, dan sayapun menganggukkan kepala tanda iya. Lalu dengan kaki mungilnya ia berlari ke ruang tengah, mengambil gelas dan menuangkan air putih dari dispenser serta menyodorkannya kepada saya...."ini pa minumnya...."....langsung nyesssss....dingin dan segaaaar karena service yang luar biasa prima (meminjam istilah Pak Wuryanano). Setelah saya selesai mandi dan santai di sofa sesa menghampiri saya dan duduk dipangkuan....."pa...kalo Enca' (Sesa menyebut namanya sehari-hari) ulang tahun nanti dibeliin sepeda ya pa....yang tom & jelly (Tom & Jerry maksudnya...hehehe). Dengan service yang luar biasa prima dari seorang balita yang lucu, mungil, rambut kriwil, mata berbinar....BAGAIMANA SAYA BISA MENOLAK PERMINTAANNYA? YOUR WISH IS MY COMMAND! (walaupun tanpa melakukan itu tetap saya kabulkan permintaannya)

Nah, untuk kasus yang satu ini saya telah belajar NLP dan ternyata Sesa telah menerapkan teknik NLP yang disebut dengan PACING yang berarti menyamakan atau menyesuaikan. Ya, Sesa telah menyesuaikan dirinya dengan kondisi saya yang lelah sepulang kerja mencoba mengerti keinginan saya (dengan cara dia) sebelum menyampaikan keinginannya yaitu dibelikan sepeda karakter Tom & Jerry.

Dan teknik PACING ini pun bisa kita terapkan kepada anak kita (terutama balita) agar rajin belajar, mandi dengan senang hati, tidur siang dengan riang gembira tanpa serangkaian teriakan, omelan dan ancaman.

Teknik PACING ini sangat dahsyat dan telah saya buktikan terhadap ke dua bidadari kecil saya itu. Sebelum saya belajar NLP dan mengajarkannya kepada istri, mungkin hampir setiap hari kami berantem dengan mereka untuk urusan mandi baik pagi maupun sore, tidur siang, belajar dan hal-hal kecil lainnya.

Sebagian besar orang tua berusaha sekuat tenaga agar anak-anak mau mengikuti kemauan orang tua. Apabila anak-anak diminta melakukan sesuatu (belajar, mandi, tidur siang,dll) tidak mau dan lebih memilih untuk tetap asik dengan mainannya maka orang tuapun mulai menjuluki anak-anak mereka dengan julukan sebagai anak bandel/nakal/kurang ajar/ bodoh dan banyak julukan negatif lain. Dan akibatnya ana-anak tetap saja membantah dan susah diberitahu sementara orang tua pun ngotot sehingga setiap hari selalu terjadi lagi pertengkaran-pertengkaran yang sama terus menerus.

Teknik pacing bisa Anda terapkan untuk mengatasi masalah diatas yaitu dengan cara menyesuaikan dunia kita dengan dunia anak-anak ( masuk ke dalam dunia mereka). Karena anak-anak balita berada dalam kondisi Alpha dimana dunia mereka adalah dunia bermain, dunia imajinasi (dominan otak kanan), dunia senang-senang, maka yang paling ideal dan pas ya kita yang masuk ke dunia mereka. Kita sebagai orang tua sangatlah tidak masuk akal kalau meminta mereka yang harus masuk ke dunia kita dan mau memahami isi kepala orang tuanya. Ya orang tua lah yang harus pacing dengan dunia anak-anak. Sebagai contoh, saat anak-anak sedang asyik bermain pada sore hari dan kita minta untuk mandi caranya kita sampaikan bahwa sekarang waktunya mandi dan jawaban mereka kemungkinan terbesar tidak mau atau bahkan mengajak kita untuk ikut bermain....saran saya ikutlah bermain bersama mereka dengan syarat sekali aja ya mainnya... setelah itu langsung mandi. Atau bisa juga Anda ciptakan suatu suasana mandi yang sangat menyenangkan, caranya coba Anda siapkan dahulu peralatan mandi mereka plus beberapa mainan yang bisa mereka mainkan sambil mandi dan sampaikan bahwa si kwek-kwek, si lumba-lumba, si buaya sedang berenang lho, seru sekali sambil kejar-kejaran...yuk kita nyebur ke kolam renang yu....cepet....cepet...cepet (ini salah satu cara ampuh untuk dua bidadari kecil saya) bisa anda coba atau buat permainan lain yang lebih kreatif dan cocok untuk kondisi anda dan keluarga dirumah.

Dengan teknik pacing seperti diatas anak-anak biasanya dengan senang hati dan dalam hitungan menit akan bergegas melaksanakan apa yang orang tua mau. Dalam NLP teknik Pacing ini satu paket dengan istilah Leading atau mengarahkan, makanya sering disebut dengan teknik Pacing-Leading. Dalam kasus orang tua terhadap anaknya, sebagian besar kita akan langsung melakukan Leading tanpa melakukan Pacing terlebih dahulu dan hasilnya....GAGAL MANING... GAGAL MANING...hehehe.

Selamat Mencoba, semoga bermanfaat dan silakan berbagi cerita Anda, siapa tahu Anda menemukan cara-cara baru dan eh ternyata salah satu teknik NLP yang dahsyat.



Tetap SEMANGAT & SUKSES!



EdySantoso

Trainer&Motivator




Edy Santoso K.S, CNLP

Edy Santoso K.S, CNLP
Founder &CEO

BREAK YOUR LIMIT!

Hancurkan Segala Hal Yang MEMBATASI Diri Anda MERAIH KESUKESAN! Hadir & DAPATKAN teknik serta tips untuk menghancurkan Mental Blok Anda secara efektif dalam seminar sehari "BREAK YOUR LIMIT!"

Outline Seminar :
- About Neuro Linguistic Programming (NLP)
- All About Your Brain
- The Law & Language of Subsconcious Mind
- Subsconcious Reprograming (Powerful SELF-TALK)
- Anchoring Yourself To Success
- Reach Your Goal with S.M.A.R.T.
- Visualize Yourself To SUCCESS!

Our Programs

Workshop

Merupakan program Classroom Training, yaitu pelatihan yang diselenggarakan didalam ruang kelas dengan metode Experiental Learning dimana 30% Teori dan 70% Praktek dan peserta terbatas (maksimal 30 orang).

Workshop

Seminar

Merupakan program khusus yang diselenggarakan dengan metode Attractive Communication dan Edutainment dimana peserta dalam jumlah besar (minimal 50 orang s.d. tidak terbatas).

Seminar

Seminar

Super Outbound Training

Merupakan program training yang diselenggarakan di luar ruangan dengan konsep Experiental Game Learning yang dipadu dengan Classroom Training akan meningkatkan produktifitas Anda maupun perusahaan Anda.

Super Outbound Training

Super Outbound Training

In-House Training

Merupakan program Training yang diselenggarakan berdasarkan undangan dari perusahaan/instansi, yayasan, organisasi maupun pribadi dengan materi yang telah disesuaikan (dibuat khusus) berdasarkan kebutuhan dari masing-masing perusahaan (TNA).


Sandy MacGregor

Richard Bach

Rhonda Byrne

ZIG ZIGLAR

Patrick Ellys

Seminar

Seminar
The Secret of Motivation

Workshop

Workshop
SELLING with HEART

Followers

Lokasi Workshop/Seminar

Lokasi Workshop/Seminar
Hotel Ambhara - Jakarta

Keep The SPIRIT

Keep The SPIRIT
with 'mahaguru' NLP Drs.RH. Wiwoho,Msc

Stephen R. Covey
Powered by Blogger.