
Sunday, January 27, 2008
Renungan Tahun Baru

Saturday, January 26, 2008
Mencapai Hasil Maksimal dengan Q.Q.D.M
- Q yang pertama: Quantity of Work (Jumlah Aktifitas Kerja)

- Q yang kedua: Quality of Work (Kualitas Kerja)
Quality of Work (Kualitas Kerja) lebih kepada knowledge dan skill (pengetahuan dan keterampilan) yang dimiliki oleh masing-masing individu. Apabila Anda mendapatkan presentasi suatu produk dari dua orang marketing sebut saja A dan B dimana pada saat mengajukan berbagai berbagai pertanyaan tentang produk dan si A bisa menjawab dengan baik sementara si B terlihat ragu-ragu atau gugup, kira-kira dengan siapa Anda akan membeli? Tentunya dengan marketing A. Atau bisa jadi baik marketing A maupun B memiliki pengetahuan (knowledge) yang sama tentang produk yang ditawarkan tetapi si A mampu melakukan presentasi (skill) dengan sangat baik sementara si B presentasinya membingungkan, kepada siapa Anda akan membeli? Ya, anda sudah tahu jawabannya.
Quality of Work (Kualitas Kerja) sangat berperan penting dalam keberhasilan. Secara lebih ringkas dan jelas dapat kita lihat pada gambar 3 dibawah ini :

Disinilah yang membedakan orang yang sama-sama bekerja keras tetapi mendapatkan hasil yang berbeda yaitu karena faktor kualitas kerja (Quality of Work).
- Direction of Work (Arah Kerja/Sasaran/Target Market)
Direction of Work ini berhubungan dengan Smart Work atau kerja pintar. Saya pernah kenal seorang top agent di sebuah perusahaan asuransi yang selain kerja keras juga kerja pintar. Dan yang luar biasa lagi adalah top agent ini seorang ibu yang telah berumur diatas 50 tahun atau lebih tepat disebut nenek-nenek. Saya pernah menanyakan kepada beliau apa sih rahasia suksesnya, dan beliau mengatakan bahwa setiap hari melakukan presentasi paling sedikit kepada 10 orang. Mendengar jawaban beliau awalnya saya cukup kaget mengingat kondisi jakarta yang penuh dengan kemacetan dan segala kesemerawutannya, mungkinkah? Kemudian beliau meyakinkan bahwa presentasi sebanyak 10 kali setiap hari itu mungkin karena setiap malam sebelum tidur beliau telah membuat klasifikasi terhadap semua prospek yang dimiliki, siapa saja yang akan di hubungi besok dan beliau memastikan bahwa semua prospek tersebut berada di satu wilayah atau satu gedung atau satu komplek.
Misalkan suatu hari beliau melakukan presentasi hanya kepada para pemilik toko di mangga dua. Presentasi hanya butuh waktu paling lama antara 30 menit sampai 1 jam, jadi untuk 10 kali presentasi ia hanya menghabiskan waktu antara 5 sampai 10 jam, smart?.
Tentunya akan sulit sekali melakukan 10 kali presentasi dengan lokasi yang berjauhan satu sama lain, misal satu di priok satu lagi di daan mogot, satu lagi di cinere, yang lain di daerah cawang, hasilnya mungkin hanya mampu melakukan presentasi terhadap 2 atau 3 orang.
Begitu pula dengan target market, seorang marketing yang memiliki target market yang pas dengan produk/jasa yang dijual serta kemampuan dari dari target market untuk membeli pun sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan dicapai (lihat gambar 4) dibawah ini:

Dari gambar diatas bisa kita lihat bahwa A dan B memiliki jumlah presentasi (Quantity of Work) sama yaitu 20 kali, dalam hal rasio penutupan (Quality of Work) pun sama yaitu 4 : 1, tetapi hasil yang diperoleh A sebesar Rp. 500.000.000,- sedangkan B hanya sebesar Rp. 250.000.000,-. Hal ini disebabkan A memiliki Average Value Of Sales (Target Market) yang lebih tinggi dalam hal kemampuan membeli (daya beli) dimana AVOS A: Rp. 100.000.000,- per orang sedangkan B: Rp. 50.000.000,- per orang.
- Motivation of Work (Motivasi Kerja)
Yang terakhir yang tidak kalah pentingnya bahkan berperan sangat besar terhadap ketiga hal diatas adalah Motivation of Work (Motivasi Kerja). Motivasi Kerja seseorang ini bisa positif bisa pula negatif. Apabila seorang marketing sedang mengalami demotivasi (motivasi negatif) maka akan berpengaruh terhadap kinerja secara keseluruhan. Mungkin pada saat termotivasi (motivasi positif) ia bisa melakukan 5 kali presentasi setiap hari tetapi pada saat demotivasi mngkin hanya 1 kali presentasi. Terhadap Kualitas Kerja (Quality of Work) nya pun terpengaruh yang sebelumnya terencana dengan baik jadinya asal-asalan yang otomatis target market (Direction of Work) pun asal-asalan dan hasilnya pun jauh dari target yang diberikan perusahaan atau tidak sesuai (lihat gambar 5) dibawah ini:

Dari gambar 5 diatas kita bisa lihat perbedaan hasil yang sangat signifikan antara A dan B dimana B bisa mendapatkan penjualan sebesar 1 Milliar sementara A hanya 150 juta. Hal ini hanya disebabkan oleh perbedaan Motivasi Kerja (Motivation of Work) dimana B positif dan A negati. Seperti pada gambar 5 diatas bisa kita lihat dengan jelas pengaruh yang ditimbulkan terhadap Jumlah Kerja (Quantity of Work), Kualitas Kerja (Quality of Work), dan Direction of Work (Arah Kerja).

Q.Q.D.M telah terbukti dalam dunia kerja, bagaimana kalau kita terapkan dalam manajemen kehidupan kita sehari-hari, mungkinkah? Kenapa tidak, kita bisa rubah menjadi Quantity of Life yang artinya berapa banyak tindakan / action yang telah kita lakukan untuk meraih goal kita, Quality of Life yang berarti kemampuan dan keahlian apa saja yang telah kita miliki dan terus kembangkan, Direction of Life berhubungan dengan Tujuan Hidup kita, dengan goals, dreams yang ingin kita raih, besar atau kecil, menantang atau tidak dan yang terakhir Motivation of Life merupakan cerminan apakah kita memiliki Sikap Mental Positif (SMP) sehingga bisa terus menjaga motivasi terus menyala untuk meraih kesuksesan atau justru sebaliknya. Bagaimana menurut Anda, mau mencoba?
Tetap SEMANGAT & SUKSES!
EdySantoso
(Trainer&Motivator)
Thursday, January 10, 2008
PUBLIC SEMINAR/WORKSHOP
Bagi para professional di bidang sales & marketing yang telah berada pada level managerial akan tetapi masih timbul kendala dan pertanyaan yang menghambat seperti :
- Apakah karir Saya sekarang adalah karir yang tepat untuk Saya?
- Apakah perusahaan dimana Saya bekerja sekarang merupakan tempat yang tepat dan ideal bagi Saya?
- Apakah Saya telah melakukan dan menjadi yang terbaik dalam karir Saya?
- Apakah Perusahaan Saya menganggap Saya sebagai Aset yang sangat berharga atau hanya sebagai obyek?
TEMUKAN SEMUA JAWABAN DAN RAHASIANYA dalam Half Day Powerful Seminar ini bersama dengan 3 PEMBICARA DAHSYAT.
Workshop "SELF-HYPNOSIS POWER"
Ambhara Hotel - Jakarta, 29 Maret 2008, Pkl. 09.00 - 17.00 WIB

HIPNOTIS adalah sebuah kata yang biasanya mendapat tanggapan keras dari orang yang mendengarnya. Beberapa orang berpikir hipnotis adalah akal-akalan dan hanya bermanfaat untuk membuat orang bertingkah seperti anak ayam atau untuk tindak kejahatan. Sebagian besar orang berpikir bahwa hipnotis sedemikian berbahayanya sehingga tidak patut dibicarakan bahkan sebaiknya dihindari.
Lalu apakah yang dinamakan SELF-HYPNOSIS itu?
Apakah benar bahwa hipnotis itu BERMANFAAT & POSITIF?
Informasi lebih detail tentang workshop ini, klik link berikut:
http://www.box.net/shared/jimp2106my
Workshop "NLP for ULTIMATE POWER"
Ambhara Hotel - Jakarta, 2 - 3 Mei 2008, Pkl. 09.00 - 17.00 WIB

SUKSES adalah tujuan hidup semua orang. Menjadi yang terbaik adalah kunci menuju sukses. Temukan kunci menjadi yang Terbaik dalam workshop 2 hari ini.
Info lebih detail, klik link berikut; http://www.box.net/shared/l9no808yjy
Workshop " POWERFUL TRAINER with NLP"
Ambhara Hotel - Jakarta, 1 - 2 Agustus 2008, Pkl. 09.00 - 17.00 WIB


Menjadi seorang Leader mau tidak mau harus memiliki kemampuan bagaimana me-manage orang-orang yang ada disekitarnya dengan efektif demi tercapainya visi dan misi bersama. Setiap individu memiliki ciri dan gaya motivasi yang berbeda.
Temukan Rahasianya dalam workshop 2 hari ini.
Lebih detail tentang workshop ini, klik link berikut; http://www.box.net/shared/bszubijtv8

